Rabu, 14 Desember 2011

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI
WILAYAH PERBATASAN DALAM MEMANFAATKAN
PUSAT LAYANAN INTERNET KECAMATAN “PLIK”
(Kasus di Pulau Sebatik Kalimantan Timur)

Dr.Ir.Adi Sutrisno,MP
Nia Kurniasih S, SP.MP
Dewi Elviana, SP.M.Si

ABSTRAK
Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Ketertinggalan secara ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat Kecamatan Sebatik dipicu oleh minimnya infrastruktur dan aksesibilitas yang tidak memadai, seperti: (1) jaringan jalan dan angkutan perhubungan darat maupun sungai yang kurang memadai; (2) prasarana dan sarana komunikasi yang relatif minim; (3) ketersediaan sarana dasar sosial dan ekonomi seperti pusat kesehatan masyarakat, sekolah, dan pasar juga sangat terbatas. Kondisi inilah yang semestinya mendorong bergulirnya berbagai program pemberdayaan petani di daerah perbatasan, khususnya di Pulau Sebatik. Oleh karenanya, pentingnya peranan Tekonologi Informasi dan Komukasi dalam wujud internet bagi pemberdayaan masyarakat masyarakat di wilayah perbatasan menjadi sebuah keniscayaan, sehingga program strategis Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) menjadi sesuatu yang menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam rangka memberi dukungan nyata terhadap pencapaian keberhasilan program PLIK maka pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan PLIK sangat diperlukan. Namun pemberdayaan masyarakat, khususnya masyarakat tani wilayah perbatasan dalam memanfaatkan PLIK perlu strategi, pendekatan, lembaga pendukung, sarana dan prasarana, serta dana agar pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar