Kota Tarakan merupakan kota pulau yang terletak di bagian utara Propinsi Kalimantan Timur. Luas daratan Kota Tarakan ± 250,80 km2, dari luasan tersebut 51,39% merupakan lahan yang memiliki potensi sebagai lahan pertanian (Anonim, 2002).
Komoditas pertanian tanaman pangan di Kota Tarakan saat ini masih didominasi oleh tanaman hortikultur pada lahan-lahan kering, namun demikian kualitas dan kuantitas produksinya masih rendah. Produksi tanaman hortiklultur baik buah dan sayur-sayuran di Kota Tarakan masih kalah bersaing dengan buah dan sayuran impor dari Tawau (Malaysia). Di tingkat lokal harga sayur dan buah-buahan juga masih cukup mahal namun kualitas rendah sehingga pembeli lebih memilih produk impor yang memiliki kualitas baik.
Sebagai kota pulau, Kota Tarakan memang memiliki sejumlah kendala dalam pengembangan produk hortikultur, seperti kondisi iklim yang tidak menentu, sulitnya memperoleh bibit unggul juga penerapan teknologi tepat guna yang masih belum maksimal. Dari aspek perencanaan untuk pengembangan juga belum maksimal dilakukan, disebabkan masih tersebarnya lahan-lahan kering yang diusahakan masyarakat serta masih minimnya ketersediaan data dan informasi seperti tentang luas potensi fungsional lahan kering yang sudah atau belum diusahakan, produktivitas usaha, serta permasalahan teknis, ekonomis dan sosial yang berkaitan dengan usaha pertanian hortikultur tersebut.
Berbagai kendala tersebut harus diatasi agar Kota Tarakan yang terus mengalami pertambahan penduduk dapat memenuhi kebutuhan lokal dengan harga dan kualitas yang bersaing dengan produk impor dan selanjutnya dapat memenuhi kebutuhan daerah sekitarnya.
Untuk mengatasi kendala yang ada, dibutuhkan perencanaan dan strategi penyelesaian yang tepat waktu dan tepat sasaran, berdasarkan data dan informasi yang akurat, sehingga dapat dicapai peningkatan kualitas dan kuantitas produksi pertanian hortikultur. Peningkatan produktivitas tanaman hortikultur tersebut akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani serta pendapatan asli daerah.

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus